SIFAT ORANG KAFIR
بـــــــسم اللّـــــــه الرّحمن الرّحيـــــــم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Allah SWT berfirman:
مَّنَّاعٍ لِّلْخَيْرِ مُعْتَدٍ مُّرِيْبِ {٢٥}
الَّذِيْ جَعَلَ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ فَاَ لْقِيٰهُ فِى الْعَذَابِ الشَّدِيْدِ {٢٦}
قَالَ قَرِيْنُهٗ رَبَّنَا مَاۤ اَطْغَيْتُهٗ وَلٰـكِنْ كَانَ فِيْ ضَلٰلٍۢ بَعِيْدٍ {٢٧}
قَالَ لَا تَخْتَصِمُوْا لَدَيَّ وَقَدْ قَدَّمْتُ اِلَيْكُمْ بِالْوَعِيْدِ {٢٨}
مَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ وَمَاۤ اَنَاۡ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيْدِ {٢٩}
يَوْمَ نَـقُوْلُ لِجَهَـنَّمَ هَلِ امْتَلَـئْتِ وَتَقُوْلُ هَلْ مِنْ مَّزِيْدٍ {٣٠}
“yang sangat enggan melakukan kebajikan, melampaui batas, dan bersikap ragu-ragu, yang menyekutukan Allah dengan tuhan lain, maka lemparkanlah dia ke dalam azab yang keras. (Setan) yang menyertainya berkata (pula), Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya, tetapi dia sendiri yang berada dalam kesesatan yang jauh. (Allah) berfirman, Janganlah kamu bertengkar di hadapan-Ku, dan sungguh, dahulu Aku telah memberikan ancaman kepadamu. Keputusan-Ku tidak dapat diubah, dan Aku tidak menzalimi hamba-hamba-Ku. (lngatlah) pada hari (ketika) Kami bertanya kepada Jahanam Apakah kamu sudah penuh? la menjawab, Masih adakah tambahan?”
( QS. Qaf [50]:25-30 )
A. Beberapa Sifat Orang Kafir yang Keras Kepala
Kemudian, Allah menyebutkan beberapa sifat orang-orang yang akan dilemparkan ke dalam api Neraka. Setidaknya ada enam sifat yang disebutkan-Nya dalam ayat 24-26, yaitu sebagai berikut:
1. Kufur terhadap nikmat Allah dan mengingkari hak-hak nya (ayat 24)
2. Menentang yang haq (kebenaran ilahi) dengan berbagai bentuk pengingkaran dan pembangkangan (ayat 25)
3. Menghalangi kebaikan, baik kebaikan untuk dirinya sendiri berupa ketaatan dan ibadah kepada Allah, maupun kebaikan untuk orang lain (ayat 25)
4. Di samping menghalangi kebaikan, orang itu pun suka memusuhi orang lain, menzhalami sesama, serta menyakiti mereka dengan perbuatan dan ucapannya (ayat 25)
5. Bersikap Skeptis, yaitu ragu-ragu (terhadap kebenaran) (ayat 25)
6. Selain sifat-sifat di atas, orang itu juga musyrik (ayat 26)
Lalu dalam ayat 27, orang tersebut bertengkar dengan syaitan yang menjadi pendampingnya sewaktu di dunia. Namun syaitan menimpakan semua tanggung jawab kepadanya, padahal syaitanlah yang nyata-nyata telah menjerumuskan dan menyesatkannya.
Syaitan berkata: “ Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dia sendiri yang berada dalam kesesatan yang jauh.” Dengan kata lain , orang itu sendirilah yang telah memilih kesesatan
; bahkan dia lebih mengutamakannya daripada kebenaran. Pernyataan ini sebagaimana dalih yang dikemukakan iblis kepada para penghuni Neraka:
وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُمْ مِّنْ سُلْطٰنٍ اِلَّاۤ اَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِيْ {٢٢}
“ Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekadar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku.”
( QS. Ibrahim [14]:22 )
Atas dasar inilah, maka yang dimaksud dengan pendamping atau qarin pada ayat 27 adalah Syaitan. Manusia dan Syaitan pada waktu itu saling berbantah-bantahan di sisi Allah.
SUMBER
📖 Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah
🌏 Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi'i
📚 Fawaidul Fawaid
-----------------------------------------------
📷 Instagram : @rohisannida13
📹 Youtube : Rohis Annida
Komentar
Posting Komentar